Skip to main content

Target 120 Emas SEA Games 2025: Erick Thohir Tegaskan Pentingnya Kejujuran dan Evaluasi Nyata


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sekaligus Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan bahwa penetapan target 120 medali emas untuk SEA Games 2025 di Thailand harus disertai dengan evaluasi realistis dan penuh kejujuran. Ia menolak adanya "dusta" atau manipulasi data dalam penyusunan target kontingen Merah Putih.

Dalam rapat koordinasi bersama Kemenpora, KOI, dan KONI Pusat, Erick menyampaikan pesan tegas agar seluruh cabang olahraga memiliki perencanaan berbasis prestasi, bukan sekadar ambisi angka.

“Jangan ada dusta di antara kita. Target harus berdasarkan hasil evaluasi objektif, bukan sekadar optimisme tanpa dasar,” ujar Erick Thohir di Jakarta.

Evaluasi Kritis dari SEA Games 2023

Indonesia sebelumnya mencatat hasil yang cukup baik di SEA Games Kamboja 2023, dengan torehan 87 medali emas, 80 perak, dan 109 perunggu, menempati peringkat ketiga di bawah Vietnam dan Thailand. Namun, evaluasi internal menunjukkan masih adanya ketimpangan antara potensi dan hasil aktual, terutama di beberapa cabang unggulan seperti atletik, renang, dan angkat besi.

Erick menilai bahwa untuk mencapai target 120 emas pada SEA Games 2025, diperlukan pendekatan ilmiah dan data-driven terhadap pembinaan atlet. Ia menekankan pentingnya sinergi antar lembaga olahraga, agar program pelatihan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

graph TD
A[SEA Games 2023] --> B[87 Emas]
A --> C[Evaluasi Kinerja Cabor]
C --> D[Perbaikan Pembinaan]
D --> E[Target 120 Emas 2025]

Strategi Nasional Menuju SEA Games 2025

Erick Thohir bersama Kemenpora dan KOI telah menyusun sejumlah langkah strategis sebagai fondasi pencapaian target medali emas di SEA Games mendatang. Strategi tersebut mencakup beberapa aspek utama berikut:

1. Pemilihan Cabang Olahraga Prioritas

Sebanyak 22 cabang olahraga ditetapkan sebagai fokus utama pembinaan menuju SEA Games 2025, termasuk:

  • Bulutangkis

  • Sepak bola

  • Atletik

  • Renang

  • Angkat besi

  • Panahan

  • Esports

Fokus ini diambil berdasarkan analisis potensi medali dan tren performa atlet Indonesia dalam dua edisi SEA Games terakhir.

2. Pelatnas Berbasis Data dan Sains Olahraga

KONI dan KOI akan memperkuat kerja sama dengan lembaga sport science nasional, untuk memastikan setiap atlet menjalani program latihan yang sesuai dengan kondisi fisiologis dan psikologis mereka.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan semangat juang. Kita harus pakai data, teknologi, dan ilmu pengetahuan agar prestasi meningkat secara berkelanjutan,” tegas Erick.

3. Penguatan Sistem Talent Scouting

Program pencarian bakat kini diarahkan ke daerah-daerah potensial, dengan melibatkan universitas, klub lokal, dan akademi olahraga. Diharapkan muncul atlet muda berbakat yang siap bersaing di level internasional.

4. Evaluasi Rutin dan Transparan

Setiap cabang olahraga diwajibkan melaporkan perkembangan atlet setiap tiga bulan sekali, termasuk capaian waktu, skor, dan performa kompetitif. Laporan ini akan dijadikan dasar penetapan target realistis menjelang SEA Games 2025.

Tantangan Menuju 120 Medali Emas

Meskipun target ambisius ini mendapat dukungan luas, sejumlah tantangan masih membayangi persiapan Indonesia.

  1. Kualitas Kompetisi Domestik yang Belum Merata
    Banyak cabang olahraga belum memiliki liga nasional yang rutin, sehingga menghambat pembinaan berkelanjutan.

  2. Keterbatasan Fasilitas dan Infrastruktur
    Beberapa fasilitas latihan, terutama di daerah, masih belum memenuhi standar internasional.

  3. Pendanaan yang Tepat Guna
    Erick menyoroti perlunya alokasi dana olahraga yang efisien dan transparan agar tidak terjebak dalam birokrasi panjang.

  4. Persaingan Regional yang Semakin Ketat
    Negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina kini mengadopsi sistem pembinaan berbasis sains dan teknologi yang semakin maju.

Kolaborasi Multi-Pihak Jadi Kunci

Erick Thohir menegaskan bahwa keberhasilan di SEA Games 2025 tidak bisa hanya dibebankan kepada atlet. Pemerintah, federasi olahraga, pelatih, dan masyarakat harus bersatu dalam visi besar membawa Indonesia kembali ke puncak klasemen SEA Games.

“Kemenangan bukan hanya soal medali, tetapi soal bagaimana kita mempersiapkan diri dengan jujur dan profesional,” kata Erick menutup pernyataannya.

Kesimpulan: Kejujuran sebagai Pondasi Prestasi

Target 120 emas di SEA Games 2025 bukan sekadar angka. Ini adalah simbol ambisi, transparansi, dan komitmen nasional dalam membangun olahraga Indonesia.

Erick Thohir menegaskan bahwa kejujuran dalam evaluasi dan kesiapan adalah pondasi utama menuju kejayaan olahraga nasional. Dengan pembinaan yang terukur, dukungan teknologi, dan integritas tinggi, Indonesia berpeluang besar menorehkan sejarah baru di pentas SEA Games 2025.


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Comments

Popular posts from this blog

Lionel Messi Cetak 3 Rekor Sekaligus di Piala Dunia Antarklub 2025

  PT Rifan Financindo Berjangka - Lionel Messi kembali mencetak sejarah di dunia sepak bola. Dalam turnamen Piala Dunia Antarklub 2025 yang digelar di Amerika Serikat, sang megabintang asal Argentina ini mencatatkan tiga rekor prestisius sekaligus bersama klubnya, Inter Miami . Tak hanya menjadi pusat perhatian global, Messi berhasil menorehkan momen magis yang mempertegas statusnya sebagai legenda sejati olahraga ini. Baca juga :  Indeks Harga Saham Gabungan Ditutup Melemah 1. Cetak 50 Gol untuk Inter Miami: Rekor Emas dalam Sejarah Klub Pertandingan semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi saksi gol ke-50 Lionel Messi bersama Inter Miami. Gol tersebut tercipta melalui sepakan bebas indah dari luar kotak penalti yang mengoyak jala kiper Al Hilal pada menit ke-67. Messi kini resmi menjadi top skor sepanjang masa Inter Miami , hanya dalam dua musim. Statistik yang diraihnya mencerminkan konsistensi luar biasa: 2. Pencetak Gol Terbanyak di Piala Dunia Antarklub Sepanj...

Barcelona Incar Marcus Rashford: Apakah Pendaftaran ke La Liga Mungkin Terwujud?

PT Rifan Financindo Berjangka - Barcelona kembali mencuri perhatian di bursa transfer Eropa dengan rumor ketertarikan terhadap Marcus Rashford. Penyerang asal Inggris milik Manchester United tersebut disebut-sebut sebagai target utama untuk memperkuat lini depan Blaugrana musim 2025/2026. Namun, situasi finansial yang rumit dan regulasi ketat La Liga menimbulkan pertanyaan besar: apakah Barcelona benar-benar bisa mendaftarkan Marcus Rashford ke La Liga? Profil Marcus Rashford: Aset Berharga Manchester United Marcus Rashford merupakan pemain serba bisa yang dapat bermain di posisi sayap kiri, penyerang tengah, hingga gelandang serang. Pemain kelahiran Manchester, 31 Oktober 1997 ini mencetak 123 gol dan 70 assist dalam lebih dari 380 penampilan bersama Manchester United di semua kompetisi. Statistik Rashford (2024/2025) Data Penampilan 42 Gol 15 Assist 9 Rata-rata rating 7,1 Dengan usia masih 27 tahun, Rashford berada di puncak kariernya dan menjadi salah...

Transfer Gagal Angeliño, Alasan Mundurnya Al Hilal di Detik Terakhir dari Kesepakatan dengan AS Roma

PT Rifan Financindo Berjangka - Kabar mengejutkan datang dari bursa transfer musim panas 2025, ketika kesepakatan yang sudah hampir final antara AS Roma dan klub Arab Saudi, Al Hilal, untuk transfer bek kiri Angeliño tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh pihak pembeli. Dalam artikel ini, kami mengulas secara mendalam kronologi, isi kesepakatan, faktor perubahan sikap Al Hilal, serta dampak besar bagi strategi transfer Roma ke depan. Kesepakatan Awal Roma dan Al Hilal: Detail Kontrak dan Nilai Transfer AS Roma dan Al Hilal pada awalnya telah mencapai kesepakatan penuh terkait transfer permanen Angeliño, bek kiri asal Spanyol yang menjalani musim 2024/25 sebagai pemain pinjaman dari RB Leipzig. Setelah performa impresif di paruh kedua musim bersama Giallorossi, Roma memutuskan untuk mempermanenkan sang pemain. Roma kemudian membuka pembicaraan dengan beberapa klub, dan Al Hilal menjadi kandidat paling serius. Kedua klub sepakat dalam: Nilai transfer : €6 juta Durasi kontrak : 3 t...