PT Rifan Financindo Berjangka - Manchester City menghadapi situasi yang sangat rumit setelah
kasus pelanggaran aturan Premier League memasuki tahap penting. Klub asal
Manchester itu kini berpotensi mendapat berbagai jenis hukuman.
Salah satu opsi yang paling banyak dibicarakan adalah
pengusiran dari Premier League. Namun, hukuman tersebut tidak sama dengan
degradasi biasa.
Aturan Premier League memberikan komisi independen sejumlah
pilihan untuk menjatuhkan sanksi. Pilihan itu mencakup denda, pengurangan poin,
larangan bermain, pembatasan pendaftaran pemain, hingga rekomendasi pengusiran
dari kompetisi.
Apa Saja Hukuman yang Bisa Diterima Manchester City?
Premier League Rule W.64 menjadi bagian penting dalam kasus
ini. Aturan tersebut menjelaskan kewenangan komisi ketika sebuah klub terbukti
melanggar regulasi.
Komisi dapat memberikan teguran kepada klub. Mereka juga
dapat menjatuhkan denda dengan jumlah yang tidak dibatasi.
Pengurangan poin juga termasuk dalam pilihan hukuman. Poin
tersebut dapat berkaitan dengan pertandingan yang sudah dimainkan atau
pertandingan yang akan dimainkan.
Komisi juga dapat menangguhkan klub dari pertandingan untuk
periode tertentu. Selain itu, mereka bisa merekomendasikan agar klub
dikeluarkan dari keanggotaan Premier League.
Pembatasan pendaftaran pemain menjadi pilihan lain. Aturan
ini tidak secara langsung menggunakan istilah "transfer ban", tetapi
komisi dapat menolak atau membatalkan pendaftaran pemain tertentu.
Yang menarik, satu hukuman tidak harus berdiri sendiri.
Aturan tersebut memungkinkan kombinasi beberapa sanksi sekaligus.
Artinya, Manchester City secara teori dapat menghadapi
pengurangan poin, denda, pembatasan pendaftaran pemain, dan sanksi lain dalam
keputusan yang sama.
Apakah Gelar Premier League Bisa Dicabut?
Pencabutan gelar merupakan isu yang lebih rumit.
Aturan W.64 tidak secara langsung menyebut bahwa komisi
dapat mencabut gelar juara Premier League. Tidak ada ketentuan sederhana yang
berbunyi bahwa gelar dapat diambil setelah klub terbukti melanggar aturan.
Namun, aturan tersebut juga memberikan kewenangan yang
sangat luas kepada komisi untuk membuat perintah atau hukuman lain yang
dianggap sesuai.
Karena itu, pencabutan gelar belum bisa dianggap sebagai
hukuman yang secara otomatis tersedia. Kemungkinan tersebut berkaitan dengan
ketentuan umum dalam aturan Premier League, bukan karena ada satu pasal khusus
yang menyebut pencabutan trofi.
Apa Bedanya Degradasi dan Pengusiran?
Degradasi dan pengusiran terdengar mirip, tetapi keduanya
memiliki arti berbeda.
Degradasi terjadi melalui sistem kompetisi normal. Jika
sebuah klub mendapat pengurangan poin dan akhirnya berada di tiga posisi
terbawah, klub tersebut turun ke Championship.
Pengusiran bekerja dengan cara berbeda. Klub kehilangan
status sebagai anggota Premier League.
Perbedaan ini sangat penting karena Manchester City tidak
otomatis masuk Championship hanya karena dikeluarkan dari Premier League.
Jika City terdegradasi akibat pengurangan poin, jalurnya
cukup jelas. Mereka turun ke Championship seperti klub lain yang finis di zona
degradasi.
Jika City diusir, situasinya jauh lebih rumit. Status mereka
dalam struktur sepak bola Inggris harus ditentukan berdasarkan aturan yang
berlaku.
Apa yang Terjadi Jika City Diusir Saat Musim Berjalan?
Premier League memiliki aturan untuk menghadapi klub yang
kehilangan status anggotanya ketika musim sedang berlangsung.
Rule C.15 menyatakan bahwa hasil pertandingan klub tersebut
dapat dihapus dari klasemen. Jumlah klub yang terdegradasi juga dapat dikurangi
agar kompetisi tetap mendekati format 20 klub.
Misalnya, jika Manchester City dikeluarkan pada musim ini,
hasil pertandingan mereka dapat dihapus dari tabel.
Premier League kemudian hanya memiliki 19 klub. Dalam
kondisi tersebut, hanya dua klub yang bisa terdegradasi agar jumlah peserta
tetap sesuai dengan struktur kompetisi.
Pada saat yang sama, tiga klub dari Championship tetap dapat
memperoleh promosi.
Dampaknya tidak berhenti di Premier League.
Perubahan jumlah klub dapat memengaruhi Championship dan
kompetisi di bawahnya. Struktur promosi dan degradasi harus disesuaikan agar
jumlah peserta di setiap divisi tetap seimbang.
Manchester City Akan Dibuang ke Championship?
Belum tentu.
Ini menjadi salah satu pertanyaan terbesar dalam kasus
tersebut. Pengusiran dari Premier League tidak sama dengan degradasi ke
Championship.
Premier League dan English Football League atau EFL memiliki
aturan masing-masing. Championship berada di bawah pengelolaan EFL.
Karena itu, Premier League tidak bisa begitu saja menentukan
bahwa klub yang diusir harus langsung bermain di Championship.
EFL memiliki aturan sendiri untuk mengatur posisi klub dalam
piramida sepak bola Inggris. Aturan tersebut bahkan membuka kemungkinan
penempatan klub pada tingkat yang berbeda jika situasinya memang membutuhkan
keputusan khusus.
Ada Beberapa Skenario untuk Manchester City
Setidaknya ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi jika
sanksi berat benar-benar dijatuhkan.
Skenario pertama: Pengurangan poin
Manchester City dapat menerima pengurangan poin.
Jika hukuman tersebut membuat mereka berada di tiga posisi
terbawah, City akan terdegradasi ke Championship melalui mekanisme normal.
Sistem kompetisi tetap berjalan. Tiga klub Premier League
turun dan tiga klub Championship naik.
Skenario kedua: Pengusiran saat musim berjalan
Dalam skenario ini, City kehilangan status sebagai anggota
Premier League sebelum musim selesai.
Hasil pertandingan mereka dapat dihapus dari klasemen.
Jumlah klub yang terdegradasi juga dapat berubah.
Namun, tujuan akhir Manchester City tetap menjadi pertanyaan
besar. Mereka tidak otomatis mendapatkan tempat di Championship.
Skenario ketiga: Pengusiran setelah musim selesai
Situasinya bisa berbeda jika keputusan dibuat setelah
kompetisi berakhir.
Premier League dapat menyelesaikan musim seperti biasa.
Setelah itu, status City sebagai anggota liga dapat dicabut.
Dalam kondisi tersebut, Premier League dan EFL harus
menentukan cara menangani posisi kosong serta dampaknya terhadap sistem promosi
dan degradasi.
Bisakah Manchester City Mendapat Pengurangan Poin Selama
Beberapa Musim?
Kemungkinan tersebut belum memiliki aturan yang benar-benar
jelas.
Rule W.64.4.2 memberikan kewenangan untuk mengurangi poin
yang sudah diperoleh atau akan diperoleh dalam pertandingan liga.
Bahasa aturan tersebut membuka ruang untuk hukuman yang
berkaitan dengan masa depan. Namun, aturan itu tidak memberikan formula khusus
untuk membagi pengurangan poin ke beberapa musim.
Karena itu, beberapa model hukuman secara teori dapat
muncul.
City bisa mendapatkan pengurangan poin dalam satu musim.
Komisi juga dapat merancang sanksi yang berdampak pada lebih dari satu musim,
meski belum ada formula publik yang menjelaskan secara pasti cara penerapannya.
Hukuman bersyarat juga memungkinkan. Artinya, sanksi
tertentu dapat berubah atau berlaku berdasarkan tindakan klub pada masa
berikutnya.
Bagaimana Jika City Sudah Keluar dari Premier League Saat
Hukuman Dijatuhkan?
Aturan Premier League juga membahas situasi tersebut.
Rule W.64.10 menyatakan bahwa komisi dapat memberikan
rekomendasi kepada EFL jika klub yang sedang dihukum sudah tidak menjadi
anggota Premier League.
Namun, rekomendasi itu bukan berarti Premier League dapat
langsung mengurangi poin City di Championship.
Prosesnya berbeda. Komisi Premier League dapat memberikan
rekomendasi, kemudian EFL harus menangani hukuman tersebut berdasarkan aturan
mereka sendiri.
Jadi, pengurangan poin di Championship memang secara teori
dapat terjadi. Tetapi keputusan akhirnya tetap bergantung pada mekanisme EFL.
Kasus Leicester City Bisa Menjadi Contoh
Leicester City pernah mengalami situasi yang memberikan
gambaran mengenai hubungan antara Premier League dan EFL.
Leicester sebelumnya diselidiki EFL terkait aturan Profit
and Sustainability. Ketika mereka promosi ke Premier League pada 2024, proses
tersebut kemudian berpindah ke yurisdiksi Premier League.
Setelah Leicester kembali terdegradasi, komisi independen
Premier League merekomendasikan pengurangan enam poin di Championship. Dewan
EFL kemudian mengesahkan rekomendasi tersebut berdasarkan aturan mereka.
Namun, kasus Leicester tidak bisa dianggap sebagai contoh
yang sama persis dengan Manchester City.
Perbedaannya terletak pada jenis pelanggaran. Kasus
Leicester berasal dari pelanggaran aturan EFL, sedangkan kasus Manchester City
berkaitan dengan aturan Premier League.
Karena itu, mekanisme Leicester tidak otomatis menentukan
bagaimana hukuman City akan diterapkan jika mereka sudah meninggalkan Premier
League.
Apakah City Bisa Turun Lebih Rendah dari Championship?
Secara teori, kemungkinan tersebut juga tidak bisa langsung
dikesampingkan.
EFL memiliki mekanisme untuk menangani perubahan jumlah
klub. Regulasi mereka juga mempertimbangkan situasi ketika sebuah klub dari
Premier League kehilangan statusnya.
Bahkan, aturan EFL membuka kemungkinan bagi mantan klub
Premier League untuk ditempatkan di League Two dalam kondisi tertentu.
Namun, itu bukan berarti Manchester City otomatis akan turun
ke League Two jika diusir.
Setiap tahap membutuhkan keputusan berdasarkan aturan yang
berlaku. Jika klub sampai berada di luar struktur EFL, aturan National League
System juga dapat menjadi relevan.
Sekali lagi, tidak ada jalur otomatis yang langsung
menentukan tempat City setelah pengusiran.
Mengapa Kasus Manchester City Begitu Rumit?
Masalah utamanya adalah perbedaan antara hukuman disipliner
dan sistem promosi-degradasi.
Premier League memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi
kepada anggotanya. Namun, EFL memiliki aturan sendiri untuk klub yang bermain
di Championship dan divisi di bawahnya.
Karena itu, pengurangan poin relatif mudah dipahami jika
City tetap menjadi anggota Premier League. Pengurangan tersebut dapat langsung
memengaruhi posisi mereka di klasemen.
Pengusiran jauh lebih rumit. Status keanggotaan City
berubah, sementara sepak bola Inggris harus menentukan posisi klub tersebut
dalam piramida kompetisi.
Dampaknya juga bisa mengenai klub lain. Perubahan jumlah
peserta dapat memengaruhi jumlah klub yang terdegradasi dan promosi di beberapa
divisi.
Kesimpulan
Manchester City secara aturan dapat menghadapi berbagai
jenis hukuman dalam kasus pelanggaran Premier League. Pilihannya mencakup
denda, pengurangan poin, pembatasan pendaftaran pemain, penangguhan, hingga
rekomendasi pengusiran.
Degradasi dan pengusiran bukan hal yang sama. Degradasi
membawa klub ke Championship melalui sistem kompetisi normal, sedangkan
pengusiran menghilangkan status klub sebagai anggota Premier League.
Jika City benar-benar diusir, tujuan berikutnya belum
otomatis menjadi Championship. Premier League dan EFL harus menangani dampaknya
berdasarkan aturan masing-masing.
Rule W.64.10 juga membuka jalan bagi komisi Premier League
untuk memberikan rekomendasi kepada EFL jika City sudah tidak menjadi anggota
Premier League saat hukuman ditetapkan.
Jadi, pertanyaan tentang ke mana Manchester City akan pergi
setelah pengusiran belum memiliki jawaban pasti. Semuanya bergantung pada
bentuk hukuman, waktu keputusan, proses banding, serta keputusan yang dibuat
berdasarkan regulasi Premier League dan EFL.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Comments
Post a Comment