PT Rifan Financindo Berjangka - Jeda internasional menjadi waktu yang pas untuk melihat kembali kinerja para manajer Premier League. Kali ini, penilaian tersebut mencakup 20 nama.
Michael Carrick dan Roberto De Zerbi menjadi dua manajer yang mendapat sorotan besar. Keduanya menghadapi tekanan setelah awal musim yang tidak sesuai harapan.
20. Michael Carrick – Manchester United
Michael Carrick berada di posisi ke-20 dalam daftar ini. Dalam 22 pertandingan pertamanya sejak kembali menangani Manchester United, ia mengumpulkan jumlah poin yang lebih banyak dibandingkan Jurgen Klopp, Mikel Arteta, dan Pep Guardiola pada 22 laga awal mereka bersama Liverpool, Arsenal, dan Manchester City.
Namun, catatan tersebut tidak otomatis membuat awal musim Carrick menjadi lebih baik. Sebagian besar keberhasilannya pada periode sebelumnya datang ketika situasi di Manchester United sangat berbeda.
Carrick menikmati periode awal yang cukup mudah. Ia juga bisa menggunakan Luke Shaw dalam setiap pertandingan. Karena itu, performa tersebut dianggap sulit menjadi ukuran untuk melihat kemampuan Carrick dalam kondisi yang lebih berat.
Perubahan Manchester United setelah era Ruben Amorim memang cukup besar. Carrick pantas mendapat kredit atas perubahan tersebut. Namun, efek pergantian pelatih juga bisa memberi dorongan besar kepada sebuah tim.
Carrick membawa pengalaman sebagai mantan pemain Manchester United. Ia juga memiliki pemahaman tentang budaya klub. Namun, catatan terbaiknya sebagai manajer United masih sering dikaitkan dengan satu hal sederhana: ia bukan Ruben Amorim.
Manchester United tentu memiliki banyak pilihan jika ingin mencari sosok yang berbeda. Nama seperti Erik ten Hag, Thomas Frank, dan Russell Martin pernah menjadi bagian dari pembahasan tersebut.
Karena itu, pertanyaan mengenai posisi Carrick tetap muncul. Apakah ia benar-benar sosok yang paling tepat untuk membawa United ke tahap berikutnya?
19. Roberto De Zerbi – Tottenham
Roberto De Zerbi berada di posisi ke-19. Namun, kondisi Tottenham bukan sepenuhnya kesalahannya.
Masalah Tottenham sudah berlangsung cukup lama. Banyak pihak ikut terlibat dalam situasi tersebut. Para pemain, jajaran klub, dan beberapa mantan manajer menjadi bagian dari perjalanan panjang itu.
Prioritas Ange Postecoglou terhadap Liga Europa pada 2025 membuat kekalahan Tottenham di Premier League semakin sering terjadi. Thomas Frank kemudian tidak mampu mengubah keadaan tersebut secara signifikan.
Ketika De Zerbi datang ke London Utara, masalah lama sudah terlanjur mengakar. Situasi yang sebelumnya dianggap tidak normal akhirnya menjadi sesuatu yang biasa bagi Tottenham.
De Zerbi memang sempat mengubah keadaan pada musim sebelumnya. Ia melakukannya dengan cepat. Bahkan, ia mampu membawa perubahan tersebut dengan skuad yang di atas kertas lebih lemah dibandingkan tim yang sekarang tersedia.
Pendekatan pragmatis menjadi salah satu kunci De Zerbi. Ia memahami bahwa Tottenham membutuhkan solusi praktis sebelum melakukan perubahan besar.
Ia juga berusaha membangun kembali kepercayaan diri para pemain. De Zerbi mencari keseimbangan antara gaya permainan Thomas Frank dan pendekatan sepak bola miliknya sendiri.
Masalahnya, Tottenham kini kembali mengalami kemunduran. Kemenangan terakhir mereka di Premier League masih terjadi saat menghadapi Everton pada pertandingan terakhir musim sebelumnya.
Kemenangan tersebut juga menjadi satu-satunya kemenangan kandang Tottenham di Premier League sepanjang tahun ini hingga artikel tersebut diterbitkan.
Tottenham sekarang terlihat seperti tim yang mudah kehilangan kepercayaan diri. Mereka kesulitan bangkit setelah menerima tekanan.
De Zerbi sendiri pernah menyebut adanya kerapuhan dalam tim. Namun, persoalan tersebut belum berhasil ia perbaiki.
Tottenham belum memenangkan pertandingan Premier League dalam 48 laga ketika mereka lebih dulu tertinggal. Mereka juga belum mencetak gol penyama kedudukan sejak De Zerbi mengambil alih.
Catatan lainnya ikut memperlihatkan masalah tersebut. Tottenham juga belum mencetak gol kemenangan setelah lawan lebih dulu menyamakan kedudukan.
Tim ini terlihat lebih nyaman ketika mampu mencetak gol terlebih dahulu. Sebaliknya, satu kesalahan sering membuat mereka kehilangan kendali pertandingan.
18. Alvaro Arbeloa – Fulham
Alvaro Arbeloa berada di posisi ke-18. Hasil imbang Fulham melawan Manchester United tidak banyak membantu awal musim mereka.
Fulham sebelumnya memiliki Marco Silva sebagai manajer. Arbeloa kemudian mengambil alih posisi tersebut.
Tugas itu memang tidak mudah. Ia harus menjaga performa klub setelah periode Silva. Namun, sejauh ini gaya Arbeloa belum sepenuhnya menyatu dengan Fulham.
Ada pertanyaan mengenai masa depan jangka panjangnya di klub. Perpaduan antara Arbeloa dan Fulham juga belum terlihat benar-benar kuat.
17. Pierre Sage – Crystal Palace
Pierre Sage menempati posisi ke-17. Hasil imbang tanpa gol melawan Leeds menjadi momen penting bagi Crystal Palace.
Menggantikan Oliver Glasner tentu bukan pekerjaan ringan. Glasner sebelumnya membawa perubahan besar bagi Palace.
Sage datang dengan reputasi yang cukup baik. Ia pernah memenangkan Coupe de France dan membawa Lens finis di posisi kedua Ligue 1.
Namun, Premier League memiliki tantangan berbeda. Bulan pertama Sage di Inggris berjalan cukup sulit.
Beberapa keputusan pemilihan pemain juga menimbulkan pertanyaan. Masalah pertahanan Palace semakin terlihat setelah mereka kehilangan Marc Guehi dan Maxence Lacroix dalam periode transfer yang berbeda.
Cedera Dean Henderson juga datang pada waktu yang kurang tepat. Palace sedang berusaha membangun kembali kestabilan pertahanan mereka.
Hasil imbang melawan Leeds akhirnya memberikan sedikit ruang bagi Sage. Palace tampil lebih terorganisasi dan mampu membawa pulang satu poin dari Elland Road.
16. Oliver Glasner – Nottingham Forest
Oliver Glasner berada di posisi ke-16. Ia datang ke Nottingham Forest setelah periode yang sukses bersama Crystal Palace.
Glasner sebenarnya sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi Premier League. Namun, awal kariernya di Forest belum menghasilkan perubahan besar.
Forest terlihat cukup baik. Akan tetapi, mereka belum menunjukkan konsistensi yang kuat.
Sebagian besar poin yang diraih oleh dua tim yang berada di posisi terbawah justru datang ketika menghadapi Forest. Situasi tersebut membuat hasil mereka terlihat kurang meyakinkan.
15. Unai Emery – Aston Villa
Unai Emery menempati posisi ke-15 bersama Aston Villa. Klub tersebut kembali menghadapi musim panas yang penuh perubahan.
Villa kehilangan beberapa bagian penting dari skuad yang membantu mereka mendapatkan tiket Liga Champions dan memenangkan Liga Europa. Namun, mereka tetap memiliki fondasi yang cukup kuat.
Villa mencetak gol pertama musim ini pada pertandingan keempat. Mereka kemudian meraih kemenangan pertama pada pekan kelima.
Catatan tersebut membuat mereka berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan musim sebelumnya. Musim lalu juga akhirnya berjalan cukup baik bagi Villa.
Pertahanan Villa masih menimbulkan beberapa pertanyaan. Namun, kualitas kiper dan lini di depannya terlihat semakin stabil.
Emery menjadi bagian penting dari proses tersebut. Villa juga masih memiliki alasan untuk mempertahankan arah yang sedang mereka bangun.
14. Marco Rose – Bournemouth
Marco Rose berada di posisi ke-14. Bournemouth belum memenangkan pertandingan pada awal musim, tetapi mereka masih menunjukkan beberapa tanda positif.
Tim Rose tetap terlihat seperti Bournemouth era Andoni Iraola. Kekalahan mereka dari Manchester City dan Liverpool juga terjadi dengan selisih tipis.
Masalah muncul ketika Bournemouth gagal mempertahankan keunggulan melawan Newcastle dan Brentford. Kedua pertandingan tersebut berakhir dengan skor 2-2.
Rose juga hanya melakukan dua perubahan pada starting XI dalam lima pertandingan liga pertama. Situasi tersebut bisa menjadi masalah ketika jadwal semakin padat.
Bournemouth juga harus menjalani kompetisi Eropa. Rose perlu mengatur kedalaman skuad dan kondisi para pemain sepanjang musim.
13. Frank Lampard – Coventry City
Frank Lampard berada di posisi ke-13. Coventry memang membutuhkan hasil yang lebih baik setelah kembali ke Premier League.
Namun, kemenangan pertama sudah mereka dapatkan. Hasil tersebut penting bagi klub promosi karena penantian kemenangan bisa menjadi tekanan tersendiri.
Lampard sekarang memiliki kesempatan untuk bekerja dengan lebih tenang. Jadwal berikutnya juga memberikan peluang bagi Coventry untuk mengumpulkan poin.
Newcastle, Tottenham, Fulham, Sunderland, Everton, dan Crystal Palace menjadi bagian dari rangkaian pertandingan mereka. Beberapa laga tersebut dapat menjadi kesempatan penting bagi Coventry.
Tiga kekalahan lainnya datang melawan tim-tim kuat. Coventry kalah dari dua tim teratas musim sebelumnya dan Brighton.
12. David Moyes – Everton
David Moyes menempati posisi ke-12. Everton belum kalah di liga dan memiliki salah satu pertahanan terbaik di Premier League.
Secara hasil, situasi Everton terlihat cukup baik. Mereka juga masih bertahan di Carabao Cup.
Namun, permainan Everton belum selalu memberikan banyak hiburan. Tim tersebut masih membutuhkan lebih banyak kreativitas dalam menyerang.
Jack Grealish menjadi salah satu pemain yang diharapkan dapat memberikan perbedaan. Moyes juga perlu menjaga keseimbangan antara hasil dan kualitas permainan.
Everton akan menghadapi Hull, Chelsea, dan Arsenal dalam pertandingan liga berikutnya. Mereka juga memiliki dua pertandingan melawan Newcastle di Carabao Cup dan Premier League.
Hasil dari rangkaian pertandingan tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas tentang perkembangan Everton.
11. Andoni Iraola – Liverpool
Andoni Iraola berada di posisi ke-11. Bulan pertamanya bersama Liverpool memberikan sejumlah tanda positif.
Liverpool belum kalah dalam periode awal tersebut. Namun, sebagian besar pertandingan mereka berakhir imbang.
Situasi itu mengingatkan pada gaya Iraola ketika masih menangani Bournemouth. Ia sebelumnya mampu bekerja cukup tenang tanpa banyak mendapat perhatian.
Performa Cody Gakpo juga menjadi salah satu hal yang menarik. Pemain tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar di bawah Iraola.
10. Xabi Alonso – Chelsea
Xabi Alonso menempati posisi ke-10. Salah satu pencapaian awalnya adalah membantu Chelsea kembali menjalankan strategi transfer yang lebih terarah.
Namun, masalah Chelsea tidak langsung hilang. Pertahanan mereka masih menjadi perhatian.
Chelsea juga masih melakukan beberapa kesalahan yang membuat hasil pertandingan tidak selalu sesuai harapan. Awal musim mereka sebenarnya dimulai dengan dua kemenangan.
Setelah itu, performa mereka mulai terlihat kurang stabil. Ekspektasi terhadap Alonso sebelum musim dimulai juga cukup tinggi.
Karena itu, situasi Chelsea perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Alonso merupakan manajer terbaru yang mencoba membawa klub melewati periode perubahan besar.
9. Regis Le Bris – Sunderland
Regis Le Bris berada di posisi kesembilan. Sunderland mengalami dua kekalahan beruntun dari Arsenal dan Manchester City.
Hasil tersebut bisa membuat orang mempertanyakan konsistensi Sunderland. Namun, jadwal mereka memang sangat berat.
Sunderland tetap memberikan perlawanan kepada Arsenal. Mereka juga mampu tampil baik saat menghadapi Manchester City.
Pertandingan melawan City bahkan menjadi salah satu laga paling menarik pada awal musim. Brian Brobbey juga menjadi salah satu pemain yang menonjol dalam pertandingan tersebut.
8. Matthias Jaissle – Newcastle United
Matthias Jaissle berada di posisi kedelapan. Ia masih mencari bentuk terbaik bersama Newcastle.
Pergantian pemain pada musim panas membuat proses tersebut tidak mudah. Newcastle juga sudah mengalami kekalahan di Leeds.
Namun, hasil buruk tersebut belum terlalu sering terjadi. Jaissle tetap menunjukkan beberapa tanda positif selama lima pertandingan awal.
Ia juga mulai terlihat nyaman dengan suasana Premier League. Tantangannya adalah menjaga agar hasil buruk tidak datang semakin sering.
7. Gary O’Neil – Ipswich Town
Gary O’Neil menempati posisi ketujuh. Ia datang ke Ipswich setelah Kieran McKenna meninggalkan klub.
O’Neil memiliki pengalaman menghadapi situasi sulit di Premier League. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk Ipswich.
Awal musimnya juga memberikan beberapa tanda positif. Ipswich bahkan menjadi satu-satunya tim yang posisi aktualnya sama dengan posisi mereka dalam tabel prediksi Opta saat artikel tersebut ditulis.
Data seperti itu tetap perlu dibaca dengan hati-hati. Pada awal musim, beberapa hasil pertandingan dapat membuat posisi klasemen terlihat lebih baik atau lebih buruk daripada gambaran sebenarnya.
Ipswich berada di posisi ke-11. Posisi tersebut juga sama dalam tabel prediksi yang disebutkan dalam artikel.
6. Mikel Arteta – Arsenal
Mikel Arteta berada di posisi keenam. Arsenal saat itu baru mengalami satu kekalahan di Premier League setelah Arteta mendapat kartu kuning karena berada terlalu dekat dengan area teknis.
Dalam dua pertandingan setelah kejadian tersebut, Arsenal juga mengalami perubahan hasil. Artikel Football365 menyoroti tiga gol yang mereka kebobolan per pertandingan dalam periode tersebut.
Namun, posisi Arsenal masih berada di urutan kedua klasemen saat artikel tersebut diterbitkan. Karena itu, komentar mengenai krisis besar Arsenal dalam artikel tersebut disampaikan dengan gaya satir.
5. Sergej Jakirovic – Hull City
Sergej Jakirovic berada di posisi kelima. Hull City menjadi salah satu tim yang menarik perhatian pada awal musim.
Hull memang tampil lebih baik dibandingkan angka dasar mereka. Namun, situasi serupa juga terjadi pada musim sebelumnya.
Hull mampu melewati berbagai keraguan hingga akhirnya promosi ke Premier League. Data prediksi mereka bahkan menempatkan klub tersebut di posisi ke-16.
Posisi itu sendiri masih cukup aman bagi tim promosi. Karena itu, performa Hull tetap menjadi salah satu cerita menarik pada awal musim.
4. Enzo Maresca – Manchester City
Enzo Maresca berada di posisi keempat. Ia mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dijalankan Pep Guardiola.
Manchester City memenangkan lima pertandingan Premier League pertama. Namun, penampilan mereka belum selalu terlihat meyakinkan.
Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan. Apakah City akan tampil semakin kuat, atau hasil awal mereka sedikit menutupi beberapa kelemahan?
Pertandingan melawan Sunderland memperlihatkan masalah pertahanan. City tetap menang, tetapi mereka memberikan beberapa peluang kepada lawan.
Di sisi lain, Maresca mampu meraih poin maksimal dari lima laga pertama. Manchester Derby juga menjadi salah satu pertandingan penting dalam periode awal tersebut.
3. Daniel Farke – Leeds United
Daniel Farke berada di posisi ketiga. Leeds menunjukkan perubahan besar setelah mengalami periode sulit pada musim sebelumnya.
Sepuluh bulan sebelumnya, Leeds sempat berada di posisi ke-18 setelah kalah 3-2 dari Manchester City. Mereka juga hanya memenangkan tiga dari 13 pertandingan Premier League setelah kembali ke kasta tertinggi.
Namun, pertandingan di Etihad menjadi titik penting. Leeds tertinggal 0-2 pada babak pertama.
Farke kemudian mengubah formasi menjadi tiga bek. Ia juga melakukan dua pergantian pemain saat jeda.
Leeds akhirnya menyamakan skor. Manchester City kemudian mencetak gol kemenangan pada menit ke-91.
Meski kalah, perubahan tersebut memberi dampak besar. Leeds kemudian menjalani tujuh pertandingan liga tanpa kekalahan.
Rangkaian tersebut termasuk kemenangan atas Chelsea dan hasil imbang melawan Liverpool serta Manchester United. Leeds juga menjalani delapan pertandingan tanpa kalah pada musim semi berikutnya.
Klub tersebut kemudian memperkuat skuad pada musim panas. Perekrutan James Trafford menjadi salah satu langkah yang mendapat perhatian.
Pada awal musim baru, Leeds belum terkalahkan. Mereka juga tampil meyakinkan saat mengalahkan Newcastle.
Hasil imbang tanpa gol melawan Crystal Palace memang menjadi sedikit hambatan. Namun, Leeds sekarang terlihat jauh lebih siap menghadapi Premier League.
2. Keith Andrews – Brentford
Keith Andrews berada di posisi kedua. Brentford berada di empat besar dan belum terkalahkan.
Mereka sudah mencetak lebih banyak gol daripada Arsenal. Jumlah gol yang mereka kebobolan juga sama dengan Arsenal.
Brentford bahkan sudah mencatat dua kemenangan dengan skor 3-0 melawan tim dari kelompok besar Premier League.
Performa tersebut membuat Brentford menjadi salah satu tim yang menarik perhatian pada awal musim. Hasil mereka juga menunjukkan bahwa perubahan manajer belum menghilangkan identitas klub.
1. Fabian Hurzeler – Brighton
Fabian Hurzeler berada di posisi pertama dalam daftar Football365. Brighton menjadi salah satu tim yang tampil paling menarik perhatian pada awal musim.
Pertanyaan besarnya adalah seberapa jauh Brighton bisa melangkah musim ini. Klub tersebut memiliki peluang untuk mencatat musim yang penting dalam sejarah mereka.
Kemenangan di Liga Conference Europa akan memberikan trofi besar pertama bagi Brighton. Keberhasilan tersebut juga akan menjadi pencapaian penting bagi klub dan kota tersebut.
Namun, target Brighton tidak berhenti di sana. Skuad Hurzeler memiliki peluang untuk berkembang di berbagai kompetisi.
Hal yang paling menonjol adalah identitas Brighton. Klub tersebut terlihat sangat memahami gaya permainan yang ingin mereka gunakan.
Hurzeler juga mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari skuad yang tersedia. Kemenangan 3-0 atas tim yang sebelumnya belum terkalahkan menunjukkan kualitas tersebut.
Brighton kini memiliki dasar yang kuat untuk melanjutkan musim. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi ketika tekanan pertandingan semakin besar.
PT Rifan Financindo Berjangka - Glh
Comments
Post a Comment